Sebagai orang tua, Irlan mempertanyakan mekanisme pelayanan tersebut karena menurutnya pemeriksaan pasien seharusnya dilakukan oleh tenaga medis.
“Saat itu, saya protes, kenapa kami yang memeriksa. Kami tidak tahu dunia medis, kami percayakan semuanya kepada tenaga kesehatan,” tegas Irlan.
Kekecewaan orang tua pasien, kemudian menimbulkan reaksi dari perawat tersebut yang menolak didokumentasikan tindakannya.
“Setelah kami dokumentasikan sebagai bukti, bukannya memperbaiki sikap, perawat tersebut malah ikut mendokumentasikan balik protes yang kami lakukan. Perbuatan seperti itu mengindikasikan ketidakprofesionalan oknum tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pungkasnya. (**)












