“Aku anggota kelompok tani bang, tapi entah apa manfaatnya jadi anggota kelompok tani aku gak tau, gak jelas, progam gak pernah ada, kami gak pernah mendapatkan informasi apapun terkait progam pemerintah saat ini, seolah kelompok tani ini hanya formalitas saja,” ungkap dengan kecewa.
Kinerja Dinas Pertanian Sergai menjadi sorotan dan viral dalam pemberitaan media massa dan media sosial yang ditanggapi oleh netizen yang mengaku sebagai anggota kelompok tani dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sergai.
@rusliannasirait:
” Dinas pertanian Sergei tolong diperiksa KPK karena bantuan pertanian untuk kami sbgai Anggota kelompok tani baik itu OPLA,alat pertanian TDK ada sama sekali bisa kami rasakan dan bantuan bibit dan Insektisida bisa dihitung baru 2 kali dari sejak.thn 2012 jadi kita SBG Anggota hanya formalitas saja supaya biar ada kelompok saja bantuannya tdk ada nama kelompok kami Kelompok tani Pardomuan dusun 4 Sei Priok tolong diperiksa bantuan itu benarkah TDK ada atau ada ttp TDK sampai ke Anggota kelompok,” tulis akun ruslianasirait dari akun tiktok.
@Store Thamrin:
“tidak tau kami sebagai petani sawit di desa Damakurat kec. sipispis. apa yg bisa di bantu kepada kami selaku warga yg sangat membutuh kan berupa bantuan pupuk atau bibit sawit atau apa la yg bisa meringan kan kesulitan kami sebagai petani,” tulis akun Store Thamrin di akun tiktok irlanjayanews.com
“Betul sekali itulah karna kiranya perhatian pemerintah khususnya pertanian shgg di nagaraja kami anggota kelompok tani hanya mendapat 2 zak pupuk subsidi utk lahan tanaman pangan/sawah seluas 30 rante,” ungkap anggota kelompok tani berinisial T.












