Sergai (Freedoom.id)
Sekitar 40 karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun IV, Desa Seirampah Kiri, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menggelar aksi di depan dapur MBG tempat mereka bekerja, Sabtu (28/2/2026) pukul 15.00 WIB.
Mereka menuntut agar operasional dapur kembali dibuka setelah adanya keputusan penghentian sementara yang dijadwalkan mulai Senin mendatang.
Aksi itu merupakan bentuk protes para pekerja yang terdampak langsung oleh kebijakan penghentian operasional, karena selama ini mereka menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
Kepala SPPG Seirampah Kiri, Riko Hartono Hutagaol, mengatakan penghentian operasional dapur merupakan keputusan dari pihak pusat setelah kembali viralnya pemberitaan lama terkait temuan ulat pada makanan pada Januari lalu.
“Permasalahan itu sebenarnya sudah kami selesaikan pada Januari. Kami juga telah mendatangi pihak sekolah dan meminta maaf atas kelalaian yang terjadi. Namun pada Februari kembali viral sehingga berdampak pada dihentikannya operasional dapur,” ujarnya kepada Freedoom.id di lokasi.
Menurut Riko, aksi para karyawan dilakukan untuk mempertanyakan kembali mencuatnya persoalan yang sebelumnya telah diselesaikan, hingga berujung pada penghentian aktivitas dapur.
“Mereka berharap dapur bisa kembali beroperasi seperti biasa karena dampaknya langsung dirasakan para pekerja,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menerima surat keputusan penghentian sementara dari pusat, namun belum ada kepastian terkait batas waktu penutupan tersebut.












