Freedoom.id – Penelitian terbaru terhadap formasi berbentuk perahu di situs Durupınar, Provinsi Ağrı, Turki, kembali menghidupkan perdebatan mengenai keberadaan Bahtera Nabi Nuh.
Tim peneliti yang tergabung dalam proyek Noah’s Ark Scans mengklaim telah memperoleh bukti baru yang menunjukkan formasi tersebut bukan sekadar bentukan geologi alami, melainkan struktur yang diduga dibuat manusia.
Dalam wawancara yang dikutip dari Daily Mail melalui CNBC Indonesia, Minggu malam (27/9/2026). Tim tersebut bahkan menyatakan telah 100 persen mengonfirmasi bahwa struktur Durupınar merupakan objek buatan manusia.
Namun, klaim tersebut masih menunggu hasil pengujian laboratorium dan belum menjadi kesimpulan ilmiah yang diterima secara luas. Situs Durupınar telah menjadi objek penelitian selama puluhan tahun.
Formasi sepanjang sekitar 157 meter itu pertama kali menarik perhatian setelah ditemukan dalam foto udara pada 1959 oleh Kapten İlhan Durupınar.
Pada 2026, penelitian resmi terhadap lokasi tersebut dipimpin Prof Dr Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University dengan melibatkan Noah’s Ark Scans.
Penelitian itu mendapat persetujuan pemerintah Turki. Pendiri Noah’s Ark Scans, Andrew Jones, menyebut hasil penelitian terbaru sebagai perkembangan penting.
Menurutnya, temuan tersebut menantang teori sebelumnya yang menyatakan formasi itu merupakan batuan kapur atau struktur geologi yang terbentuk secara alami akibat proses erosi dan pergerakan material.
Tim peneliti menggunakan sejumlah metode, termasuk ground-penetrating radar (GPR), electrical resistivity tomography (ERT), LiDAR, pemetaan bawah permukaan, pengeboran inti, serta analisis kimia dan material organik.












