Jakarta (Freedoom.id)
Disertir Marinir TNI AL bernama Satria Arta Kumbara dilaporkan mengalami luka parah akibat serangan drone kamikaze dan tembakan mortir saat terlibat dalam pertempuran sengit di wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina.
Informasi ini disampaikan mantan anggota TNI AD, Ruslan Buton, melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Ruslan menyatakan, ia sempat berkomunikasi langsung dengan Satria Kumbara melalui pesan WhatsApp.
“Satria menyampaikan bahwa saat ini ia sedang dievakuasi karena mendapat serangan drone dan tembakan mortir yang bertubi-tubi. Kepalanya mengalami luka cukup serius dan kondisinya sangat terjepit karena berada dalam posisi terkepung,” ujarnya dalam video yang dilihat Freedoom.id, Sabtu 23/8/2025)
Baca juga: Mantan Prajurit Marinir Yang Menjadi Tentara Bayaran Rusia, Minta Kembali Jadi WNI
Baca juga: PM Slovakia Minta Pengecualian Gas Rusia hingga 2034, UE Hadapi Ketegangan Baru di Brussels
Diketahui, Satria Arta Kumbara bergabung sebagai pasukan bayaran (mercenary) yang bertempur di pihak Rusia dalam operasi militer khusus (Russian Special Military Operations) di Ukraina.
Dalam pesan singkatnya kepada Ruslan, Satria juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar diberikan keselamatan dan dapat kembali pulang ke Tanah Air.
“Dia meminta doa kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga dia bisa selamat, dan kita berharap pemerintah Indonesia bisa memfasilitasi kepulangan Satria kepada keluarganya di Indonesia,” tambahnya.












