DAERAH

Ketua KNPI Tebingtinggi: Kemerdekaan Bukan Sekedar Sejarah dan Momentum Seremonial

205
×

Ketua KNPI Tebingtinggi: Kemerdekaan Bukan Sekedar Sejarah dan Momentum Seremonial

Sebarkan artikel ini
Yusuf Liandar Ginting (Dua dari kanan)

Tebingtinggi (Freedoom.id)

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tebingtinggi, Adv Yusuf Liandar Ginting SH, hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 yang digelar di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Minggu (17/8/2025).

Yusuf menegaskan pentingnya makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekedar sejarah atau momentum seremonial, melainkan hak setiap bangsa untuk bebas menentukan arah masa depan dan menjaga kedaulatan negara.

“Ini merupakan buah perjuangan para pahlawan yang harus kita jaga dan isi dengan hal-hal positif demi kemajuan bangsa,” ujarnya kepada awak media

Ia juga mengajak seluruh pemuda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa, yang merupakan landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, inovasi, dan sikap yang dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” tambahnya.

Kehadiran Ketua KNPI dalam upacara peringatan ini menjadi simbol komitmen pemuda Tebingtinggi dalam mendukung program pemerintah dan menjaga semangat persatuan di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekedar status atau simbol, melainkan tanggung jawab besar yang harus terus dijaga dan diperjuangkan oleh setiap warga negara, khususnya generasi muda.

“Kemerdekaan memberi kita ruang untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. Namun, kemerdekaan juga menuntut kita untuk tetap bersatu, menghormati perbedaan, dan memperkuat persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *