Padang Lawas (Freedoom.id)
Upaya pelestarian budaya lokal terus digencarkan generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh Salsabila Tambunan, mahasiswi semester 5 Program Studi Agroteknologi Universitas Abulyatama Aceh, yang menggagas Workshop Markusip di Desa Mondang, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara ini bertujuan mengedukasi generasi muda tentang nilai-nilai dan makna budaya lokal markusip, sebuah tradisi lisan khas masyarakat Tapanuli Bagian Selatan yang kini hampir punah.
“Workshop ini kami gelar di Desa Mondang karena desa ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat serta masih aktif menjalankan tradisi adat,” ujar Salsa dalam sambutannya.
Dijelaskan Salsa, Markusip merupakan tradisi lisan yang dilakukan dua insan yang saling mencintai untuk menjaga komunikasi tanpa bertemu secara langsung.
Tradisi ini menjadi sarana untuk menjaga niat hingga ke jenjang pernikahan, sekaligus menjaga martabat dan kehormatan keluarga.
Senada dengan itu, salah seorang narasumber, Pambantuan Hasibuan menyebut markusip adalah bentuk komunikasi antara pemuda dan gadis desa, di mana sang pria berada di bawah rumah panggung sementara sang wanita berada di dalam rumah.
Komunikasi ini berlangsung singkat, umumnya antara pukul 20.00 hingga 22.00, dan tidak dilakukan setiap malam.
“Markusip adalah bentuk hata tutur poda untuk menjaga anak muda dari perilaku negatif, serta menjaga harkat keluarga di tengah masyarakat,” jelas Pambantuan.












