OPINI

Beda Kaderisasi Muslim Nasionalis & Transnasionalis

34
×

Beda Kaderisasi Muslim Nasionalis & Transnasionalis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Jakarta (Freedoom.id)

Apa yang membedakan Muslim nasionalis dan transnasionalis?

Di tengah dinamika gerakan keislaman, perbedaan antara aktivis Muslim transnasionalis dan nasionalis tidak terletak pada sumber ajaran. Melainkan pada proses “tempa kaderisasi” kesejarahan yang membentuk cara pandang mereka.

Keduanya sama-sama merujuk pada Al-Qur’an, Sunnah, dan fiqh. Namun, keduanya dibentuk oleh pengalaman serta penanaman kesadaran sejarah yang berbeda. Pada akhirnya mempengaruhi orientasi perjuangan masing-masing.

Aktivis Muslim nasionalis ditempa oleh sejarah panjang Islam di Indonesia, sejak kedatangan awal, proses akulturasi dengan budaya lokal, peran dalam melawan kolonialisme, hingga keterlibatan dalam pembangunan negara-bangsa.

Konstruksi ketatanegaraan pun dipahami sebagai elaborasi dari peradaban Madinah. Bukan sebagai konsep yang anti-Islam. Negara Pancasila dipandang sebagai perwujudan baru dari spirit peradaban Madinah dalam konteks Indonesia.

Dalam proses ini, Islam tidak hadir sebagai entitas terpisah, melainkan menyatu dengan realitas sosial dan kebangsaan.

Karena itu, orientasi gerakannya cenderung kontekstual, menjaga tradisi, merawat harmoni sosial, dan memperkuat negara sebagai ruang hidup bersama.

Pola ini dapat dilihat dalam organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Di kalangan mahasiswa, tampak dalam organisasi seperti HMI dan PMII.

Sebaliknya, aktivis Muslim transnasionalis ditempa oleh dinamika gerakan Islam global yang berkembang di luar konteks Indonesia. Pengalaman politik, konflik, dan pergulatan identitas di negara asal pemikiran tersebut membentuk cara pandang mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *