Freedoom.id – Momentum perayaan Milad ke-59 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) , tema besar yang diusung “Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju” seakan menjadi cermin ambisi kolektif untuk turut andil dalam pencapaian Indonesia yang lebih baik.
Namun, di balik semangat yang menggebu tersebut, muncul pertanyaan filosofis dan strategis yang mendalam.
Apakah konsolidasi ini benar-benar mampu mewujudkan perubahan struktural yang substansial, ataukah justru sekadar menjadi upaya memperkokoh dominasi internal yang pada akhirnya tidak berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa?
Sebagai organisasi yang memiliki peran historis yang signifikan dalam pergerakan sosial-politik Indonesia, KAHMI harus memiliki kesadaran penuh akan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi dari setiap gerakan perubahan.
Alumni HMI Cabang Bekasi, M Arief Hidayatullah yang juga berperan aktif dalam gerakan sosial-politik, mengingatkan bahwa untuk memajukan Indonesia, peningkatan kualitas anggota KAHMI adalah hal yang tidak bisa diabaikan.
Tanpa kapasitas yang memadai, mustahil untuk memaksimalkan potensi yang tersebar di berbagai sektor kehidupan bangsa. Dalam perspektif ini, konsolidasi internal memang mutlak, tetapi ia harus dilaksanakan dengan orientasi yang lebih luas tidak hanya untuk memperkokoh organisasi, tetapi juga untuk membentuk individu-individu yang siap terlibat dalam perbaikan bangsa.
Meskipun penting, konsolidasi internal harus dapat mengatasi persoalan besar yang dihadapi Indonesia.










