Konsolidasi KAHMI harus mampu melahirkan tidak hanya kekuatan internal, tetapi juga gerakan sosial-politik yang konstruktif untuk perubahan.
Dulu, KAHMI dikenal sebagai kekuatan pergerakan yang kritis terhadap tatanan yang ada.
Namun kini, tak sedikit yang mempertanyakan apakah KAHMI masih memiliki kapasitas dan komitmen untuk mempertahankan posisi tersebut. Banyak kader dan alumni yang kini berperan sebagai bagian dari struktur kekuasaan yang mereka kritik sebelumnya, bahkan menjadi bagian dari kekuasaan.
Apakah dengan bergabung dalam sistem yang telah mapan ini, KAHMI tetap bisa memainkan peran sebagai agen perubahan yang diinginkan banyak pihak?
KAHMI seharusnya kembali kepada khittah akar perjuangan sosialnya yang selalu berpihak pada rakyat.
Konsolidasi internal yang hanya fokus pada penguatan kekuasaan dalam lingkup organisasi akan mengurangi relevansi KAHMI sebagai agen perubahan yang sesungguhnya.
Jika KAHMI hanya memperkokoh kekuasaan di dalam lingkup terbatasnya tanpa kontribusi nyata terhadap perbaikan struktural di luar sana, maka organisasi ini bisa kehilangan momentum untuk berkontribusi pada transformasi yang lebih luas.
KAHMI, dengan segala potensi yang dimilikinya, memiliki kesempatan besar untuk memainkan peran kunci dalam mendorong Indonesia maju.
Namun, ini hanya akan terjadi jika konsolidasi yang dilakukan tidak terjebak pada penguatan struktur internal semata, melainkan diarahkan pada pemberdayaan anggotanya untuk terlibat dalam perubahan sosial yang lebih luas.










