Freedoom.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menyampaikan hasil kajian Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terkait meninggalnya balita berinisial MRP di Desa Payalombang, Kecamatan Tebingtinggi.
Berdasarkan kajian KIPI tersebut, tidak ditemukan hubungan antara pemberian vaksin campak-rubella (MR) dengan kematian balita tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sergai dr Novrizal Lubis MKes didampingi Sekteraris Dinas Yani Aisyah Nasution SKep Ns MKM, saat mengunjungi kediaman orang tua balita di Dusun II, Desa Payalombang, Sabtu (26/9/2026).
dr Novrizal mengatakan, investigasi dilakukan bersama Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, pihak rumah sakit, Puskesmas Payalombang dan vaksinator setelah muncul informasi yang mengaitkan kematian balita dengan imunisasi MR.
“Kami langsung bertindak cepat. Kami mendatangkan tim ahli dari Komda KIPI Provinsi beserta Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendalami kejadian ini,” ujarnya.
Tim kemudian menelusuri kondisi keluarga serta meminta keterangan dari Puskesmas Payalombang, vaksinator dan rumah sakit tempat balita sempat mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, hasil investigasi tersebut dibahas dalam pertemuan daring pada Jumat (18/9/2026) yang melibatkan Ketua dan Anggota Komnas KIPI, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Efikasi Obat dan Makanan (BPOM), Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Sergai, pihak rumah sakit, Puskesmas Payalombang serta perwakilan WHO Indonesia.












