NASIONAL

Dukung Lima Tuntutan Mahasiswa, LSM Strategi Kritik Program MBG

72
×

Dukung Lima Tuntutan Mahasiswa, LSM Strategi Kritik Program MBG

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua LSM Strategi Kota Tebing Tinggi, Ridwan Siahaan, saat memberikan tanggapan terkait aksi mahasiswa di Jakarta.

Freedoom.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Strategi menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).

Ketua LSM Strategi Kota Tebing Tinggi, Ridwan Siahaan, menilai aksi yang mengusung lima tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi aksi yang dilakukan para mahasiswa. Kami meyakini gerakan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang bertujuan memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Ridwan kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapatkan pengawasan ketat agar penggunaan anggaran negara berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran serta membuka celah terjadinya penyimpangan.

“Program MBG berpotensi memperbesar risiko praktik korupsi, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun pusat. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut dan berbagai program pemerintah lainnya. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami tidak akan ragu melaporkannya kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Dikatakan, dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan kebijakan pemerintah.

Penulis: Hebron Fauzan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *