Dijelaskan, selama kegiatan peserta mendapatkan 6 materi utama yang berkaitan dengan pengawasan pemilu.
Materi tersebut meliputi teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, teknis permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu, pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas, serta pengawasan partisipatif berbasis digital.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, ice breaking, dan berbagai permainan edukatif yang bertujuan meningkatkan partisipasi peserta.
“Kami berharap para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Setelah kegiatan ini juga akan ada tindak lanjut berupa kolaborasi dan sinergi antara peserta dengan Bawaslu Kota Tebing Tinggi dalam bentuk rencana aksi masing-masing peserta,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Amsal Franky Tambun, Koordinator Divisi HPPH Choky Nasution, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Lambok Simbolon, para fasilitator, panitia, staf sekretariat, serta seluruh peserta.
Adapun sekolah yang mengirimkan peserta antara lain SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, SMA Negeri 2 Tebing Tinggi, SMK Negeri 1 Tebing Tinggi, SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, MAN 1 Tebing Tinggi, SMA Swasta Al Washliyah, SMA Swasta F. Tandean, dan SMA Katolik Cinta Kasih. (*)












