Qaf (ق) bermakna qonaah atau menerima apa adanya. Tetap berusaha, namun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.
“Seperti kata orang Jawa, hidup iki ojo ngoyo,” ujarnya
Waw (و) bermakna menjaga diri dari hal-hal buruk seperti serakah, zalim, bergosip, membully, dan sebagainya, baik yang disadari maupun tidak.
Ya (ي) bermakna keyakinan atau percaya diri terhadap hal-hal baik, selalu berpikir positif dan bertindak dengan akal sehat serta hati yang jernih.
Menutup kajiannya, Alumni HMI ini kembali mengingatkan pentingnya taqwa sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan.
Ia berharap kajian ini dapat menjadi pembinaan rohani yang rutin dan memberi manfaat besar bagi seluruh personil RS Brimob Polda Sumut. (*)












