Sementara itu, A Sun alias Junadi, pemilik kilang padi di Desa Seirampah yang juga agen Bulog, membenarkan bahwa pihaknya tak bisa membeli padi yang rusak.
“Kami sudah turun ke lapangan, dan memang warnanya hitam. Secara kualitas, tidak bisa diterima untuk dijual. Bahkan padi normal saja saat ini susah laku,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Bulog di Tebing Syahbandar, Kurniawan mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Padi yang terendam tidak bisa kami beli karena tidak memenuhi standar kualitas. Kami tetap berupaya mencari solusi lain agar petani bisa terbantu,” tuturnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Pon, Andrianto, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPT dan Dinas Pertanian untuk mencari solusi jangka panjang.
“Kami berharap ke depan area sawah ini bisa dialiri air irigasi agar tidak lagi bergantung pada hujan. Saat ini kami terus berkoordinasi agar petani mendapat bantuan,” tutupnya. (*)












