DAERAH

Padi Petani Desa Pon Sergai Menghitam Setelah Terendam Banjir, Bulog dan Kilang Padi Tolak Beli

90
×

Padi Petani Desa Pon Sergai Menghitam Setelah Terendam Banjir, Bulog dan Kilang Padi Tolak Beli

Sebarkan artikel ini
Petani Dusun 8 Desa Pon menjemur padi yang terendam banjir beberapa waktu lalu, Jumat (31/10/2025).(Foto: Dok/ Warga)

Sergai (Freedoom.id)

Banjir yang melanda Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) beberapa waktu lalu menimbulkan dampak serius bagi para petani di Dusun 8 Kebun Kelapa, Desa Pon, Kecamatan Seibamban.

Sedikitnya 30 hektare lahan persawahan non-irigasi di wilayah tersebut berubah menjadi lautan air dan menenggelamkan padi yang sudah siap panen.

Petani setempat, Tyson Nababan (37) dan Melhi Simatupang (39), mengatakan banjir kiriman dari Seibelutu diperparah oleh air pasang laut yang menghantam kawasan mereka sejak awal bulan Oktober. Akibatnya, padi milik petani terendam hampir sebulan penuh.

“Air baru surut sekitar seminggu yang lalu, baru padi bisa kami panen. Tapi setelah dijemur warnanya berubah jadi kehitam-hitaman, dan sebagian beras di dalam bulir juga ikut hitam. Kami sudah koordinasi dengan PPL dan pihak Bulog, tapi padi kami ditolak karena dianggap rusak,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Melhi Simatupang menambahkan, sekitar 65 kepala keluarga di dusun itu mayoritas menggantungkan hidup dari sawah tadah hujan tersebut.

“Kalau satu rante dapat 250 kilogram padi, totalnya hampir 19 ton padi kering sudah terkumpul. Tapi tidak ada yang mau beli, baik Bulog maupun kilang swasta. Kalau begini terus, kami tak bisa menanam lagi, tak punya biaya hidup, apalagi menyekolahkan anak,” keluhnya.

Kondisi serupa juga dirasakan warga lanjut usia, Marisi br Nababan (84), yang tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai.

“Bagaimana nasib kami nanti kalau padi ini tak bisa dijual. Dari mana kami dapat uang untuk beli bibit dan pupuk lagi,” ucapnya lirih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *