DAERAH

Pengelola SPPG Desa Marjanji Sipispis Akui Ada Uang Terima Kasih Saat Rekrut Relawan

184
×

Pengelola SPPG Desa Marjanji Sipispis Akui Ada Uang Terima Kasih Saat Rekrut Relawan

Sebarkan artikel ini
Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun V, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, yang disebut dalam dugaan pungutan liar terhadap calon relawan oleh oknum tokoh masyarakat setempat, Kamis (28/5/2026).(Dok/ Freedoom.id)

Freedoom.id – Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun V, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengakui adanya praktik pemberian “uang terima kasih” dalam proses perekrutan tenaga kerja lokal.

Namun, mereka menegaskan hal tersebut bukan pungutan resmi yang dibenarkan dalam program pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Darmawan Saragih, Kamis (28/5/2026) sore.

Ia menyebut, uang yang diberikan sejumlah calon pekerja merupakan bentuk “uang terima kasih” kepada tokoh masyarakat yang juga mantan kepada desa setempat berrnama Muhammad Rizal Purba yang membantu merekrut warga sekitar untuk bekerja di dapur MBG.

“Rizal itu tokoh masyarakat setempat. Dia prihatin dengan anak-anak muda yang tidak bekerja. Jadi dia membantu masyarakat masuk kerja di sini. Saya tidak membenarkan pungutan apa pun yang ada di sini,” katanya.

Meski demikian, pihak pengelola mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan di lapangan dan menyatakan siap melakukan pembenahan.

“Kalau memang ada kesalahan di lapangan, kami benahi. Kami juga sudah bertemu pihak BGN di Medan untuk meminta penjelasan,” ungkapnya.

Darmawan juga mengaku sebagian uang yang diterima telah digunakan oleh Rizal, sementara sebagian lainnya telah dikembalikan kepada calon relawan SPPG.

“Sebagian telah digunakan, “Meniru pengakuan Rizal kepada dirinya”. Meski begitu, saya bantu kembalikan kepada beberapa orang,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi dan pemberitaan bahwa dalam proses perekrutan relawan di SPPG Dusun V Desa Marjanji, masyarakat diduga dimintai uang sebesar Rp4 juta per orang dengan iming-iming diterima bekerja di dapur MBG tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *