Abrizal menilai, aksi demonstrasi yang marak belakangan ini, yang melibatkan mahasiswa, buruh, hingga pelajar adalah bentuk jeritan tulus rakyat dalam menyelamatkan negeri dari kebijakan yang timpang dan penguasa yang abai.
Lebih jauh, Abrizal mengkritik pejabat yang menurutnya lebih sibuk menjaga kekuasaan dan sibuk berpolitik, ketimbang mengurus kepentingan rakyat. Ia menilai, banyak pejabat yang justru menggunakan nama organisasi dan institusi demi kepentingan pribadi dan golongan.
“Kalau pejabat hari ini bertanya mengapa rakyat marah, jawabannya karena terlalu banyak sandiwara dan pelawak yang mengurus negeri ini. Uang pajak seakan menjadi panggung lawakan, yang ujungnya kuburan massal bagi rakyat,” tuturnya.
Insiden kematian Affan membuka kembali luka lama soal ketidakadilan sosial di Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya keadilan dan kemanusiaan dalam setiap kebijakan negara. Ia juga menyerukan agar negara dan aparat penegak hukum bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.
“Hari ini mungkin kita selamat. Tapi besok? Tidak ada jaminan. Maka jangan biarkan tragedi seperti ini jadi hal yang biasa,” pungkasnya. (**)












