Saksi mata juga melaporkan peningkatan serangan udara yang menghantam beberapa rumah di daerah Remal, dan juga serangan di Khan Younis.
Di sisi lain, pemimpin oposisi parlemen Israel, Yair Lapid, mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan rencana yang dipimpin Presiden Trump.
Lapid menyarankan agar Israel segera mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dalam diskusi internasional untuk merinci kesepakatan perdamaian yang lebih luas.
“Israel harus mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dalam diskusi yang dipimpin oleh presiden untuk menyelesaikan detail kesepakatan,” ujar Lapid melalui unggahan di Twitter (sekarang X).
Keluarga sandera yang ditahan Hamas juga terus mendesak Netanyahu untuk segera memerintahkan negosiasi guna memulangkan anggota keluarga mereka yang terperangkap di Gaza.
Pada Sabtu (4/10/2025), Kantor Perdana Menteri Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel sedang mempersiapkan implementasi tahap pertama dari rencana perdamaian yang disarankan oleh Trump untuk pembebasan sandera Israel di Gaza, menyusul pernyataan positif dari Hamas.
“Israel akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan Presiden Trump dan timnya untuk mengakhiri perang sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Israel, yang sejalan dengan visi Presiden Trump,” kata kantor Netanyahu, Dikutip CNN Indonesia.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa pemerintah Israel telah memerintahkan militer untuk menghentikan operasi penaklukan Gaza.
Radio Angkatan Darat Israel, yang dikelola militer, mengonfirmasi bahwa instruksi dari eselon politik telah meminta pengurangan aktivitas militer di Gaza, dengan fokus pada tindakan defensif saja.












