“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan mendapatkan BBM yang merupakan kebutuhan penting bagi aktivitas sehari-hari,” ujar Rubiatun.
Sementara itu, Humas SPBU Dolokmasihul, Alfandi Zuhri, membantah adanya kelangkaan yang disebabkan oleh penyaluran BBM ke luar daerah.
Menurutnya, pasokan BBM ke SPBU tetap tersedia setiap hari, namun jumlah yang diterima tidak sesuai dengan permintaan.
“BBM bukan tidak ada atau langka. Pasokan tetap diantar setiap hari, tetapi jumlah yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, permintaan kami 16 ton, namun yang datang 8 ton,” pungkasnya.
Setelah dilakukan mediasi antara warga dan pihak SPBU yang dikawal kepolisian sektor Dolokmasihul, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (*)












