“Kita mendukung programnya, tetapi pelaksanaannya tetap harus diawasi. Kalau ada kekurangan, mari kita sampaikan secara objektif dan konstruktif. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan program, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan manfaat sesuai dengan tujuan MBG,” tegasnya.
Ia menambahkan, secara nasional Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan MBG sebagai program strategis jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pada 2026, pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Selain aspek pemenuhan gizi, pelaksanaan MBG juga dinilai memiliki potensi mendorong perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha dan rantai pasok lokal.
Dijelaskan Khairul, Kepala BGN Dr Sudaryono, sebelumnya menyampaikan bahwa desain program MBG diarahkan agar terjadi perputaran ekonomi di daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Artinya, MBG bukan hanya berbicara tentang makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Ada aspek kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal dan pembangunan sumber daya manusia yang harus kita dorong bersama,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak di Kabupaten Serdang Bedagai dapat membangun narasi positif sekaligus kritis terhadap pelaksanaan MBG.
Pemerintah daerah dan penyelenggara program juga diharapkan terbuka terhadap masukan masyarakat serta memastikan kualitas makanan, ketepatan sasaran, kebersihan dan tata kelola program berjalan sesuai ketentuan.
“Sekali lagi, kami menyatakan dukungan terhadap MBG di Kabupaten Serdang Bedagai. Kita ingin program ini sukses, tepat sasaran, transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kritik yang konstruktif harus menjadi energi untuk melakukan perbaikan, bukan menjadi alasan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan baik,” pungkasnya. (**)












