Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik yang bertujuan menyediakan data sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional dan daerah, bukan untuk kepentingan perpajakan.
“Jangan lupa, ini kegiatan statistik, bukan kegiatan pajak,” tegas Sonny.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sergai, Marine Sohadi angkat, mengatakan kunjungan Wakil Kepala BPS RI menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BPS Sergai untuk menuntaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Beliau memberikan semangat kepada kami agar bisa menyelesaikan Sensus Ekonomi 2026. Beliau juga menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi ini akan sangat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Marine.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali sehingga hasilnya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan ekonomi selama satu dekade ke depan.
“Kalau ini berhasil berarti menjadi dasar yang baik untuk pembangunan ke depan. Kalau ini gagal, maka kita baru bisa memperbaikinya 10 tahun lagi. Jadi jangan sampai gagal di tahun ini,” katanya.
Ia menambahkan, Wakil Kepala BPS RI juga berharap pemerintah daerah dan masyarakat memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan sensus berjalan lancar.
“Beliau mengharapkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Karena kalau masyarakat tidak memberikan data, tentu sensus tidak bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Meski demikian, BPS Sergai terus mengedepankan pendekatan persuasif agar masyarakat memahami pentingnya sensus sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi di masa mendatang. (*)












