Namun, menurutnya, petugas tersebut kemudian mengambil telepon seluler dari ruangan depan pelayanan dan kembali ke ruang dokter sambil merekam dirinya yang sedang menyampaikan kritik dan saran.
“Saya tenaga medis butuh tanda bukti, inilah merekam ini,” kata petugas tersebut sebagaimana dituturkan Irlan.
Irlan juga mempersoalkan sejumlah pernyataan petugas yang menurutnya terkesan tidak memberikan ruang kepada keluarga pasien untuk menyampaikan keluhan.
Sementara itu, Manajemen Klinik Djohan melalui perwakilannya, Dr Junica Handayani, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa pemeriksaan tanda-tanda vital, termasuk suhu tubuh, secara prinsip harus dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan.
“Mengenai prosedur pemeriksaan suhu tubuh, secara prinsip, sesuai SOP di Klinik Djohan, pemeriksaan tanda-tanda vital termasuk suhu tubuh dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan perawat, bidan dan dokter menggunakan peralatan medis,” demikian keterangan tertulis manajemen yang diterima Freedoom.id, Selasa (11/8/2026).
Terkait komunikasi antara petugas dengan keluarga pasien, manajemen Klinik Djohan menyatakan menyesalkan apabila terdapat komunikasi verbal dari petugas yang dirasakan kurang memuaskan atau menimbulkan ketidaknyamanan.
Pihaknya juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap petugas yang bertugas saat kejadian.
“Pihak manajemen akan memanggil dan melakukan pemeriksaan internal terhadap petugas yang bertugas pada jam pelayanan tersebut,” demikian pernyataan tertulis manajemen.












