Peserta kemudian mengikuti sesi praktik langsung pembuatan pakan mandiri, mulai dari proses penyiapan bahan, pencampuran formulasi, hingga pencetakan pelet. Antusiasme peserta terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi selama kegiatan berlangsung.
Ketua tim PkM, Anne Rumondang, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa penggunaan Indigofera dalam pakan dapat meningkatkan kadar protein sekaligus menekan biaya operasional budidaya.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini, masyarakat dapat memproduksi pakan sendiri dengan kualitas baik, sehingga usaha budidaya ikan Batak menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain praktik pembuatan pakan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara peserta dan tim PkM mengenai berbagai tantangan dalam budidaya ikan Batak, serta strategi pemecahannya.
Di akhir acara, panitia membagikan modul panduan pembuatan pakan mandiri kepada seluruh peserta sebagai referensi lanjutan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya di Desa Padang Lancat Sisoma diharapkan mampu mandiri dalam memproduksi pakan berkualitas, yang tidak hanya mendukung kelestarian spesies ikan Batak, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan.
“Dengan inovasi pakan mandiri berbasis sumber daya lokal, kami berharap masyarakat perikanan di daerah ini dapat lebih mandiri dan sejahtera,” tutup Anne. (**)












