Usai dimintai keterangan, jukir tersebut mengakui kesalahannya dan telah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Arif menegaskan, kejadian ini bukan sekadar persoalan uang parkir, melainkan menyangkut etika dalam berinteraksi di ruang publik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Satreskrim Polres Tebingtinggi, atas respons cepat dalam menangani aduan tersebut.
“Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kekerasan, pendekatan hukum adalah merupakan mekanisme konstitusional bagi setiap warga negara. Saya juga sangat mengapresiasi respons cepat Polres Tebingtinggi dalam menjaga kamtibmas. Terimakasih Ibu Kapolres, Kasatreskrim dan jajarannya. Mereka sigap saat masyarakat membutuhkan bantuan,” katanya.
Selain itu, Arif berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tebingtinggi dapat melakukan pembinaan terhadap para jukir agar kejadian serupa tidak terulang.
“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi oknum tersebut, ada pendidikan dan pelajaran tentang moral yang sangat berharga baginya. Saya harap Dishub dapat memberikan edukasi sosial kepada para jukir dalam berinteraksi di ruang publik, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” harapnya.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Sejumlah saksi, termasuk mekanik bengkel, menyatakan dukungan terhadap langkah korban.
Mereka menyebut oknum jukir tersebut diduga kerap bersikap serupa kepada pengguna jasa di kawasan tersebut.
“Sebelumnya ada juga warga yang mengeluhkan sikap tidak etis jukir tersebut, baru kali ini ada yang berani melapor dan ditindak tegas,” ungkap seorang mekanik.(**)












