2. Revisi PAPBD 2025 agar berpihak pada kebutuhan rakyat, bukan proyek semata.
3. Perbaikan menyeluruh pada layanan dasar masyarakat, khususnya sektor kesehatan dan pelayanan publik.
4. Tindak tegas pejabat atau rekanan proyek yang lalai serta kembalikan kerugian negara.
5. Walikota diminta memberi klarifikasi terbuka terkait dugaan intervensi politik dalam pelaksanaan proyek OPD.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu tetap berjalan tanpa insiden besar meski sempat memanas. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan nyata.
“Ini bukan sekadar aksi simbolik. Ini adalah peringatan bahwa rakyat tidak tinggal diam melihat kotanya tersesat tanpa arah,” pungkasnya. (*)












