DAERAH

Nelayan Bogak Besar Harap Perhatian Bupati Sergai, Tangkahan Perahu Tertutup Pasir

151
×

Nelayan Bogak Besar Harap Perhatian Bupati Sergai, Tangkahan Perahu Tertutup Pasir

Sebarkan artikel ini
Nelayan Desa Bogak berkumpul di tangkahan yang tertutup pasir (Dok/ Ist)

Ia menambahkan, saat ini keamanan perahu nelayan tidak lagi terjamin. Setiap pulang melaut, perahu harus diletakkan di bibir pantai dan sangat rawan rusak jika diterjang ombak.

“Kalau dulu ada kuala, insyaallah aman. Sekarang ini perahu bisa bocor atau rusak. Di sini ada sekitar 75 perahu nelayan yang bersandar,” jelasnya.

Senada dengan itu, Nopember Manik yang mewakili nelayan tradisional lainnya. Ia menyebutkan bahwa kuala yang dahulu dekat dengan rumah warga kini sudah bergeser jauh ke arah bibir pantai.

“Kami sudah pernah bermohon ke pemerintah desa dan mengurus surat-surat yang diminta pihak PU. Katanya kendalanya karena alat berat sedang rusak,” ungkap Nopember.

Menurutnya, kondisi ini sangat memengaruhi aktivitas dan pendapatan nelayan kecil. Jika sebelumnya nelayan bisa berangkat melaut sejak pukul 06.00 WIB, kini mereka harus menunggu air laut pasang agar perahu bisa ditarik ke laut.

“Kalau terlambat pulang, kami harus menunggu kawan lain untuk bantu menaikkan perahu. Risiko perahu rusak sangat besar,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, para nelayan tradisional Desa Bogak Besar berharap perhatian dan dukungan langsung dari Bupati Sergai. Mereka memohon agar pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk memperbaiki tangkahan dan mengembalikan fungsi kuala seperti semula.

“Kami mohon kepada bapak Bupati Sergai agar mendukung kami sebagai nelayan kecil. Perbaikan kuala ini sangat penting demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian kami sehari-hari sebagai nelayan,” pungkas Nopember. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *