“Alasannya mau dialihkan ke Polres, katanya pemerataan. Itu disampaikan pihak MBG, namanya Rico, Kepala SPPG di sebelah Cindelaras,” terang Sri Damayanti.
Ia menambahkan, selama dua minggu pihaknya menerima jatah MBG dari SPPG Sei Buluh untuk jenjang SD (367 siswa), sementara SMP, SMA, dan SMK disuplai dari SPPG Rampah Kiri. Namun pasokan dihentikan tanpa ada pencabutan perjanjian kerja sama.
“MOU kami belum dicabut, pihak SPPG juga belum mengambil MOU yang kemarin,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Sei Buluh, Yenni, membenarkan bahwa kedua perguruan itu tidak lagi mendapatkan MBG. Menurutnya, penghentian tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerataan kuota MBG di Kecamatan Sei Bamban.
“Di Kecamatan Sei Bamban sebelumnya ada tiga dapur. Per 10 November dilakukan pemerataan. Satu dapur harus 2.500 peserta didik,” jelasnya.
Dengan pembagian baru, SPPG Sei Buluh kini hanya melayani 28 sekolah tanpa AD Dakwah dan Muhammadiyah.
Kedua sekolah tersebut nantinya akan dialihkan ke dua dapur baru yang sedang beroperasi di Sei Bamban.
Yenni menegaskan, proses pemerataan dilakukan berdasarkan data dari Kapokcam BGN Sei Bamban, Sahat Sitorus.
“Pemerataan ini berdasarkan data dari Kapokcam atas nama Sahat Sitorus,” ungkapnya.
Namun upaya konfirmasi kepada Kapokcam BGN Sei Bamban, Sahat Sitorus, tidak mendapatkan respons dan membisu.
Beberapa kali dihubungi melalui telepon dan WhatsApp, Sahat tidak menjawab.
Begitu juga dengan Korwil MBG Sergai, Nurhasanah, yang tidak merespons panggilan maupun pesan dari wartawan.












