SLPI Fase II hadir di tengah upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, mendorong produksi komoditas berkelanjutan, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Alam dan Rendah Karbon UNDP Indonesia, Aretha Aprilia, mengatakan pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat menjadi bagian dari solusi.
“Melalui SLPI, UNDP mendukung platform multipihak yang mempertemukan petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta menyelaraskan upaya menuju tujuan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” katanya.
Menurut Aretha, pada fase kedua, UNDP akan memperkuat keberlanjutan platform tersebut melalui integrasi ke dalam sistem dan kelembagaan nasional agar dampak program dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pihak.
Senada dengan itu, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Konektivitas dan Sektor Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menegaskan bahwa lanskap Indonesia merupakan aset nasional yang harus dilindungi sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Fase II adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan seperti apa pengelolaan lanskap berkelanjutan di tingkat tapak, sekaligus memperkuat pembelajaran ini menjadi praktik kelembagaan, termasuk mendukung institusionalisasi forum multipihak di dalam pemerintahan dan mengaitkannya dengan sistem pembiayaan dan perencanaan,” pungkasnya.












