Simalungun (Freedoom.id)
Saluran irigasi pertanian di Nagori Pematang Simalungun, Dusun 9, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, mengalami kerusakan parah hingga kering total selama lebih dari satu bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan sejumlah areal persawahan dan kolam warga gagal panen.
Akibat saluran irigasi yang jebol, aliran air ke lahan pertanian terhenti. Selain menyebabkan kekeringan, masalah ini juga menimbulkan persoalan lingkungan.
Limbah rumah tangga yang biasanya mengalir bersama air kini mengendap di dasar saluran, memunculkan bau tak sedap dan dikhawatirkan dapat memicu penyakit.
“Kami sangat bermohon dan minta tolong, sekiranya cepatlah Pak Anton melakukan perbaikan terhadap irigasi ini,” ujar Giman, tokoh warga Dusun 9 kepada Freedoom.id, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, kondisi irigasi yang kering total telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Ini irigasi udah kering kali, bisa menimbulkan banyak penyakit karena limbah rumah tangga mengendap dan tidak hanyut terbawa air,” tambahnya.
Senada, Tigor Nasution yang merupakan maujana nagori (tokoh adat) juga menyampaikan keprihatinannya.
Ia berharap besar agar permasalahan ini segera mendapat perhatian dari pihak terkait, terutama Anton Saragih yang dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Saya berharap besar pada Pak Anton Saragih agar irigasi ini cepat ditangani. Soalnya masyarakat petani sudah gagal panen. Kasihan kita lihatnya, ikannya banyak yang mati, belum lagi sawah dan ladang warga yang kering,” ungkap Tigor sambil menunjukkan lokasi irigasi yang jebol.












