NASIONAL

AJI: Tekanan terhadap Pers Makin Berbahaya, 89 Kasus Kekerasan Terjadi Sepanjang 2025

136
×

AJI: Tekanan terhadap Pers Makin Berbahaya, 89 Kasus Kekerasan Terjadi Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Orasi Kebudayaan oleh Guru Besar Ilmu Ketatanegaraan UGM Zainal Arifin Mochtar dengan tema Jurnalisme, Merawat Ingatan dan Imajinasi. (Dok/ AJI Indonesia)

Freedoom.id  – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai kondisi pers di Indonesia saat ini semakin mengkhawatirkan. Tekanan terhadap jurnalis tidak hanya datang dari persoalan ekonomi dan disrupsi teknologi, tetapi juga menyempitnya ruang kebebasan pers.

Ketua Umum AJI Indonesia Nani Afrida mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan jurnalisme independen di Indonesia.

“Bukan hanya karena tekanan ekonomi yang membuat banyak media kesulitan bertahan. Bukan hanya karena perubahan teknologi yang mengubah cara jurnalisme bekerja. Tetapi juga karena ruang kebebasan semakin penuh tekanan,” kata Nani dalam peringatan HUT ke-32 AJI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

AJI mencatat sebanyak 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 73 kasus. Sementara hingga Juli 2026, AJI telah mencatat 19 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Menurut Nani, bentuk tekanan yang dihadapi jurnalis beragam, mulai dari intimidasi, kekerasan, serangan digital, penghalangan liputan, kriminalisasi hingga intervensi terhadap ruang redaksi.

“Ini bukan angka statistik semata. Di balik setiap angka ada manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya pola ketika jurnalis berusaha mencari dan menyampaikan informasi yang dianggap tidak diinginkan oleh pihak tertentu.

AJI juga menyoroti persoalan kesejahteraan jurnalis. Sepanjang 2025, sebanyak 549 jurnalis dilaporkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkat tajam dibandingkan 373 jurnalis pada 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *