NASIONAL

AJI: Tekanan terhadap Pers Makin Berbahaya, 89 Kasus Kekerasan Terjadi Sepanjang 2025

134
×

AJI: Tekanan terhadap Pers Makin Berbahaya, 89 Kasus Kekerasan Terjadi Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Orasi Kebudayaan oleh Guru Besar Ilmu Ketatanegaraan UGM Zainal Arifin Mochtar dengan tema Jurnalisme, Merawat Ingatan dan Imajinasi. (Dok/ AJI Indonesia)

“Karena itu, di titik ini saya percaya bahwa jurnalisme adalah penjaga republik,” kata Zainal.

Dalam momentum HUT ke-32, AJI juga memberikan penghargaan kepada sejumlah jurnalis, individu dan kelompok melalui Udin Award, Tasrif Award, SK Trimurti Award dan Ahmad Taufik Award 2026.

Udin Award 2026 diberikan kepada Dandhy Dwi Laksono dan tim produksi film dokumenter “Pesta Babi”. Tasrif Award diberikan kepada tim produksi film dokumenter “Pesta Babi” dan Andrie Yunus.

Sementara SK Trimurti Award 2026 diberikan kepada Angela Flassy, sedangkan Ahmad Taufik Award 2026 diberikan kepada Lalu Adam Farhan dari LPM Didaktika, Universitas Negeri Jakarta.

AJI Indonesia lahir pada 7 Agustus 1994. Organisasi tersebut didirikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan kebebasan pers dan upaya menjadikan pers sebagai alat kekuasaan.

Memasuki usia 32 tahun, AJI menegaskan perjuangan mempertahankan kebebasan pers masih jauh dari selesai.

“Kita tidak boleh menjadi generasi yang menyerahkan kembali kebebasan yang telah diperjuangkan dengan susah payah,” kata Nani. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *