Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah dialog bersama kalangan pemuda mengenai ketenagakerjaan dan transformasi digital.
Dalam forum itu, para wirausahawan muda, inovator, dan pemimpin komunitas membahas peluang serta tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia, termasuk pentingnya investasi pada keterampilan digital, penciptaan pekerjaan layak, dan penguatan kepemimpinan pemuda.
Selain itu, Wignaraja juga mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN dan para kepala perwakilan badan PBB di Indonesia guna memperkuat kerja sama regional dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Sumatera Utara. Di wilayah tersebut, Wignaraja bertemu dengan Wali Kota Medan dan sejumlah pemimpin daerah sebelum meninjau berbagai program berbasis masyarakat yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di Kota Medan, ia mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun dan berdialog dengan pekerja pengelola sampah serta kelompok masyarakat yang mengembangkan program pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung mata pencaharian warga.
Rangkaian kunjungan lapangan juga mencakup kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Di kawasan Tangkahan dan Bukit Lawang, Wignaraja bertemu dengan petugas konservasi, penjaga hutan, dan masyarakat yang terlibat dalam perlindungan keanekaragaman hayati serta pengembangan ekonomi berbasis konservasi dan ekowisata.
Menurutnya, berbagai inisiatif yang ditemui di Sumatera Utara menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari tingkat komunitas.












