NASIONAL

Blackout Sumatera Jadi Alarm Bahaya, DPP GMNI Tuntut Reformasi PLN

84
×

Blackout Sumatera Jadi Alarm Bahaya, DPP GMNI Tuntut Reformasi PLN

Sebarkan artikel ini

Freedoom.id – Pemadaman listrik massal (total blackout) yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026) menuai kecaman keras dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI).

Organisasi mahasiswa tersebut menilai insiden padam total di sejumlah provinsi merupakan bukti rapuhnya sistem ketahanan energi nasional di bawah pengelolaan PT PLN (Persero).

Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau hingga sebagian Sumatera Barat.

Padamnya aliran listrik menyebabkan lumpuhnya aktivitas masyarakat, fasilitas publik, jaringan telekomunikasi, hingga kegiatan ekonomi di sejumlah kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Banda Aceh dan Padang.

Dalam keterangannya, Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H Silalahi, menyebut kejadian tersebut bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas nasional.

“Pulau Sumatera adalah urat nadi ekonomi nasional yang berhadapan langsung dengan jalur geopolitik global Selat Malaka. Ketika sistem kelistrikan satu pulau bisa lumpuh total dalam hitungan menit hanya karena satu titik transmisi rontok, ini adalah alarm bahaya,” tegasnya kepada Freedoom.id, Sabtu (23/5/2026).

Menurut DPP GMNI, gangguan bermula sekitar pukul 18.44 WIB akibat kerusakan pada jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo berkapasitas 275 kV yang merupakan tulang punggung interkoneksi listrik Sumatera.

Gangguan tersebut kemudian memicu cascading failure atau efek domino pada sistem kelistrikan.

Ketidakseimbangan beban menyebabkan subsistem Sumatera Bagian Utara kehilangan sinkronisasi frekuensi dengan wilayah lain sehingga sistem proteksi otomatis melakukan pemutusan darurat untuk mencegah kerusakan generator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *