Program tersebut jangan berhenti pada kunjungan akademik atau pertukaran budaya. Orientasinya harus diperkuat pada penguasaan kompetensi, penelitian, teknologi dan pengalaman industri yang dapat dibawa kembali ke Indonesia.
Mahasiswa Indonesia dapat memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan, pelatihan, penelitian, magang industri hingga pengembangan teknologi di perguruan tinggi dan perusahaan Korea Selatan.
Setelah menyelesaikan program, mereka diharapkan kembali ke Indonesia dengan membawa pengetahuan, pengalaman, jaringan dan keterampilan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan nasional.
Transfer pelajar bukan sekadar perpindahan individu, tetapi menjadi bagian dari transfer knowledge (pengetahuan) dan teknologi.
Indonesia memiliki bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan besar menuju 2045. Namun, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis menjadi keuntungan apabila tidak dibarengi pendidikan berkualitas, keterampilan dan penguasaan teknologi.
Karena itu, sistem pendidikan perlu bergerak dari pembelajaran yang terlalu berorientasi pada teori menuju pendidikan yang menghasilkan kemampuan praktis, kreativitas dan inovasi.
Kerja sama Indonesia-Korea Selatan dapat diarahkan pada bidang-bidang strategis, seperti kecerdasan buatan, teknologi informasi, robotika, energi terbarukan, semikonduktor, manufaktur modern, teknologi kesehatan, pertanian berbasis teknologi, teknologi maritim dan ekonomi digital.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari ekosistem teknologi yang berkembang di Korea Selatan.












