Pemerintah dapat membangun program khusus pengembangan talenta teknologi Indonesia yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengalaman industri di Korea Selatan.
Mahasiswa yang mengikuti program tersebut juga perlu memiliki jalur untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia, baik melalui perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri strategis, startup teknologi maupun sektor pemerintahan.
Selain itu, perlu dikembangkan pusat transfer teknologi Indonesia-Korea yang menjadi penghubung antara universitas, lembaga penelitian dan dunia industri kedua negara.
Kerja sama juga dapat diarahkan pada program pendidikan bersama, penelitian bersama, laboratorium bersama, pengembangan startup serta proyek teknologi yang menyelesaikan persoalan nyata di Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, keberhasilan kerja sama diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang dikirim ke Korea Selatan, tetapi dari seberapa besar pengetahuan, riset dan teknologi yang berhasil dibawa pulang serta dikembangkan di Indonesia.
Pembangunan jalan, kawasan industri, pusat ekonomi dan infrastruktur digital memang penting.
Namun, seluruh pembangunan tersebut membutuhkan manusia yang mampu mengelola, mengembangkan dan menciptakan inovasi baru.
Karena itu, investasi terhadap manusia harus ditempatkan sejajar dengan pembangunan fisik.
Pelajar dan mahasiswa yang dikirim ke Korea Selatan harus dipandang sebagai investasi sumber daya manusia. Mereka bukan sekadar penerima beasiswa atau peserta pertukaran, tetapi calon peneliti, insinyur, teknolog, entrepreneur, pendidik dan pemimpin masa depan.












