Tapteng (Freedoom.id)
Seorang siswa SMAN 1 Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial SM, mengalami luka serius, seperti gigi patah, pecah pembuluh darah di mata kiri, tulang rawan telinga sobek, serta pembengkakan di bagian wajah dan kepala, setelah diduga menjadi korban persekusi yang dilakukan sekelompok siswa yang diduga merupakan anggota geng sekolah, Selasa (12/8/2025).
Ericson Maharaja, orang tua korban yang juga merupakan Ketua Terpilih DPC GAMKI Kabupaten Tapanuli Tengah, menyampaikan kepada wartawan, insiden bermula saat jam istirahat sekolah.
SM yang tengah beristirahat di dalam kelas, tiba-tiba dibangunkan dan langsung dipukul keras di bagian belakang kepala oleh seseorang yang diduga merupakan ketua salah satu geng di sekolah.
“Setelah itu, korban ditarik dan didorong oleh beberapa orang menuju kamar mandi sekolah. Di sana, ia dipaksa duduk, diinterogasi, lalu dianiaya secara brutal di bagian dada oleh sekitar 20 orang yang diduga merupakan anggota geng,” ujar Ericson, Rabu (13/8/2025).
Ia menambahkan, aksi kekerasan sempat terhenti sesaat ketika seorang guru terlihat mendekati area kamar mandi.
Namun, tidak lama kemudian, korban kembali dipanggil oleh kelompok tersebut dan diajak berkelahi satu lawan satu dengan ketua geng, dikelilingi lebih dari 20 siswa lain.
Dalam kondisi terintimidasi, SM kembali menjadi korban pemukulan brutal yang menyasar wajah, mulut, telinga, dan kepala.
“Saya sangat menyayangkan peristiwa ini. Generasi muda seharusnya dipenuhi prestasi, bukan tindakan kekerasan seperti ini, terlebih ini terjadi di lingkungan sekolah, dan dialami langsung oleh anak saya,” ungkap Ericson dengan nada kecewa.












