Pihak keluarga, bersama kader GAMKI Tapteng telah melaporkan kejadian ini ke Polres Tapanuli Tengah dan meminta aparat kepolisian segera memeriksa para terduga pelaku penganiayaan berat tersebut.
“Saya menuntut keadilan ditegakkan. Anak saya disekolahkan di SMAN 1 Matauli Pandan, sekolah yang didirikan oleh Ir Akbar Tandjung untuk mendapatkan pendidikan terbaik, bukan untuk dianiaya hingga mengalami risiko cacat permanen,” tegasnya. (*)












