Tapteng (Freedoom.id)
Dugaan kasus pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Staf Ahli Direksi Perumda Mual Nauli, Raju Firmanda Hutagalung, mendesak Bupati Tapteng Masinton Pasaribu untuk segera mengevaluasi dan memberhentikan Direktur Utama Perumda Mual Nauli, berinisial MTR.
Desakan tersebut disampaikan menyusul pengakuan sejumlah staf perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Direktur Utama Perumda Mual Nauli.
Raju menyebut, dugaan praktik amoral itu telah berlangsung sejak tahun 2023 hingga Januari 2026.
“Banyak staf pegawai yang mengadu kepada saya atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh Direktur Perumda Mual Nauli. Peristiwa semacam ini sering terjadi, namun banyak yang memilih diam karena takut ancaman, hingga iming-iming dijadikan pegawai tetap dan sejumlah uang,” ujar Raju kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Raju yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda dan aktivis kemanusiaan di Tapteng menegaskan, langkahnya untuk bersuara merupakan bentuk keberanian membongkar praktik yang selama ini diduga ditutup-tutupi melalui intimidasi dan tekanan mental terhadap korban.
Ia bahkan mengaku kembali menerima laporan adanya korban baru pada hari yang sama.
“Hari ini saya speak up dan siap menanggung semua risiko. Hari ini, Senin 12 Januari 2026, saya kembali mendapatkan laporan bahwa terjadi lagi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Direktur Perumda Mual Nauli terhadap staf,” ungkapnya.












