HUKUM

Gagal Berdamai, Korban Penganiayaan 15 Oknum keamanan PTPN III Rambutan Berencana Tempuh Jalur Hukum

413
×

Gagal Berdamai, Korban Penganiayaan 15 Oknum keamanan PTPN III Rambutan Berencana Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
Korban dan istrinya saat membeberkan kronologi kejadian kepada awak media (Dok/ Freedoom.id)

Freedoom.id – Seorang pria bernama Harianto alias Burjek, warga Dusun 3 Kampung Banten, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekitar 15 oknum keamanan perkebunan kelapa sawit milik PTPN III Kebun Rambutan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekira pukul 03.00 WIB, di areal perkebunan yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal korban.

Baca juga: Warga Desa Payalombang Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Oknum Keamanan PTPN III Rambutan

Korban, Burjek menyebut sempat diamankan oleh pihak keamanan kebun setelah dituduh melakukan pencurian buah kelapa sawit.

Kondisi korban

Ia membeberkan, setelah diamankan, dirinya diduga mengalami tindakan kekerasan secara bersama-sama oleh sejumlah oknum keamanan di dalam area kebun.

“Sekitar 15 orang yang memukuli saya,” bebernya, Sabtu (9/5/2026) kepada wartawan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka serius. Ia mengalami luka pada bagian tangan dan jidat yang diduga akibat benda tajam, serta luka lain di beberapa bagian tubuh.

Dari foto yang ditunjukkan korban ke awak media, kondisinya tampak cukup memprihatinkan.

Burjek mengaku sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat sebelum akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Medan karena kondisi luka yang cukup parah.

Sementara itu, Istri korban, Vivi, menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan oleh para oknum keamanan tersebut.

Ia menilai, meskipun korban diduga melakukan pelanggaran, seharusnya tetap diproses sesuai hukum tanpa adanya tindakan kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *