Dalam peristiwa itu, Luis dan Jhoni disebut sempat berupaya melarikan diri, sementara Doni dan Sutomi diduga mengalami kekerasan fisik.
Menurutnya, sejumlah fakta yang ditemukan di lapangan mengarah pada dugaan adanya persiapan dan penghadangan terhadap korban.
Mereka juga menyoroti dugaan keterlibatan seorang prajurit TNI aktif, seorang purnawirawan TNI, serta sejumlah petugas keamanan perusahaan.
Kematian Luis kemudian memicu kemarahan warga. Massa mendatangi Polsek Kualuh Hulu setelah mengetahui sejumlah terduga pelaku menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Situasi selanjutnya berkembang hingga terjadi pembakaran tiga unit mess milik PT Agrinas Palma Nusantara.
Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan akuntabel. Selain itu, mereka meminta seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku serta menjamin perlindungan bagi keluarga korban dan para saksi.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Desi berharap keadilan dapat ditegakkan bagi suaminya. Kini ia harus melanjutkan kehidupan bersama empat anak mereka yang masih berusia sekolah.
“Saya hanya ingin keadilan untuk suami saya. Saya berharap semua yang terlibat dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tegas Desi. (**)












