Reformasi juga diperlukan di institusi Polri, yang selama ini dipersepsikan publik sebagai aparat yang represif, kerap memanipulasi kasus, dan lebih menjadi pelindung pejabat daripada pelindung rakyat.
Menurut Pangi, reformasi Polri merupakan keniscayaan agar situasi keamanan tidak semakin memburuk.
Baca juga: Mata Dunia Tertuju ke Indonesia, Usai Media Asing Soroti Aksi Massa dan Bentrokan dengan Aparat
Ia memperingatkan, jika kondisi terus memburuk dalam 2×24 jam ke depan, maka Presiden Prabowo berisiko terseret lebih dalam ke dalam gelombang kemarahan rakyat yang kian membesar bagaikan bola salju.
Jika kerusuhan meluas dan situasi tak terkendali, maka semakin banyak aparat dan warga sipil yang menjadi korban benturan.
“Kondisi ini adalah titik krusial bagi kepemimpinan Presiden Prabowo. Keputusan dan tindakan yang diambil dalam waktu dekat akan menentukan arah stabilitas politik dan keamanan negara,” tegas Pangi, Dikutip Inilah.com, Minggu (31/8/2025). (**)










