NASIONAL

Mata Dunia Tertuju ke Indonesia, Usai Media Asing Soroti Aksi Massa dan Bentrokan dengan Aparat

346
×

Mata Dunia Tertuju ke Indonesia, Usai Media Asing Soroti Aksi Massa dan Bentrokan dengan Aparat

Sebarkan artikel ini
Bentrokan massa aksi dengan aparat yang diunggah Al Jazeera di laman resminya (Foto: Al Jazeera)

Jakarta (Freedoom.id)

Sepekan terakhir, Indonesia menjadi sorotan media internasional menyusul eskalasi kerusuhan yang terjadi di berbagai kota besar. Demonstrasi yang dimulai sebagai protes terhadap tunjangan anggota parlemen berubah menjadi bentrokan yang melibatkan massa dan aparat keamanan setelah seorang pengemudi ojek online tewas tertabrak kendaraan taktis polisi pada Kamis malam, (28/8/2025).

Protes yang semula berlangsung damai berubah menjadi kekerasan, dengan sejumlah fasilitas publik dan gedung pemerintahan dibakar oleh demonstran di beberapa kota. Insiden tragis tersebut memicu gelombang protes lebih luas yang kini mengguncang berbagai daerah di Indonesia.

Menurut data yang dihimpun redaksi Freedoom.id, Minggu (31/8/2025) sejumlah media asing turut melaporkan peristiwa tersebut, menyoroti dampak besar yang ditimbulkan dari kerusuhan ini. Protes yang mulanya terbatas di Jakarta dengan cepat menyebar ke kota-kota besar lainnya, termasuk Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Yogyakarta dan daerah lainnya, seiring meningkatnya ketegangan antara aparat dan pengunjuk rasa.

Melansir situs resmi, The Guardian melaporkan kebakaran yang melanda gedung dewan di Makassar menewaskan tiga orang, dan insiden ini semakin memperburuk situasi. Rekaman video yang menunjukkan seorang pengemudi ojek online tertabrak kendaraan polisi saat demonstrasi di Jakarta menjadi viral, memicu kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan di tengah aksi massa.

Protes yang semakin intensif mendapat sorotan dari BBC, yang melaporkan bahwa aksi massa meluas ke berbagai wilayah Indonesia. “Para pengunjuk rasa di Jakarta Pusat membalas dengan melemparkan kembang api dan menyalakan api setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan,” ungkap BBC dalam laporan terbarunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *