Istilah “kader semangka” pun populer di kalangan masyarakat, yang menggambarkan perbedaan antara luar hijau (PPP) dan dalam merah (Mega).
Hasilnya, pada Pemilu 1997, PPP mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kursi dari 62 kursi pada Pemilu 1992 menjadi 89 kursi.
Relasi antara PPP dan PDI-P pun tetap erat pasca reformasi. Meskipun tidak selalu berada dalam koalisi yang sama, kedua partai ini sering bekerja sama dalam berbagai momentum politik, baik pada Pilkada maupun Pilpres.
Namun, dinamika internal PPP dalam 23 tahun terakhir telah menjadi persoalan yang cukup panjang, dengan berbagai konflik internal yang terus mewarnai perjalanan partai ini.
Meski demikian, harapan tetap ada agar PPP dapat kembali ke habitatnya sebagai partai besar dan bersejarah yang pernah menjadi salah satu kekuatan utama politik di Indonesia. (*)












