Jakarta (Freedoom.id)
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet secara mendadak dengan mengganti lima menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025. Pergantian ini mengakhiri masa jabatan panjang Sri Mulyani yang telah menjabat posisi tersebut di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto.
Sri Mulyani dikenal luas sebagai figur ekonom berintegritas tinggi dan memiliki reputasi internasional. Ia digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta memiliki pengalaman di Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Di tengah transisi ini, Berly Martawardaya, ekonom dan pengajar FEB UI, menilai bahwa perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan merupakan momentum strategis untuk mulai menerapkan Soemitronomics konsep ekonomi yang digagas Prof. Soemitro Djojohadikusumo, ayah Presiden Prabowo dan salah satu begawan ekonomi Indonesia.
Hal ini disampaikan Berly dalam diskusi terbatas Forum Salemba Depok pada 9 September 2025, yang digagas oleh alumni lintas fakultas Universitas Indonesia. Ia menyoroti bahwa dalam setiap reshuffle, selalu ada peluang untuk koreksi kebijakan ekonomi dan pergeseran arah pembangunan.
Baca juga: Hanya Laskar Cinta Jokowi yang Desak Prabowo Mundur, Mayoritas Demonstran Fokus Tolak Tunjangan DPR












