Jakarta (Freedoom.id)
Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia belakangan ini tidak menunjukkan adanya tuntutan luas agar Presiden Prabowo Subianto mundur dari jabatannya.
Mayoritas massa aksi, yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat sipil, hingga berbagai elemen organisasi, diketahui fokus menolak kenaikan tunjangan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Baca juga: Hendropriyono Ungkap Dugaan Campur Tangan Asing di Balik Kericuhan Demo 28 Agustus
Berdasarkan data yang dihimpun Freedoom.id dari berbagai sumber, sejauh ini tidak ditemukan aspirasi massa aksi yang secara eksplisit meminta Presiden Prabowo Subianto mundur dari jabatannya.
Satu-satunya kelompok yang menyuarakan tuntutan tersebut ialah yang mengklaim diri sebagai Laskar Cinta Jokowi yang dipimpin Suhandono Baskoro.
Sebelumnya beredar, pernyataan resmi dari Suhandono menyebut bahwa kerusuhan yang terjadi di depan Gedung DPR RI merupakan indikasi kegagalan negara dalam menjamin rasa aman warganya. Ia menilai Presiden Prabowo bertanggung jawab atas situasi tersebut.
“Kerusuhan di depan DPR adalah bukti nyata bahwa negara gagal menjamin rasa aman rakyatnya. Presiden sebagai kepala negara bertanggung jawab penuh. Jika tak mampu, lebih baik mundur demi kebaikan bangsa,” kata Suhandono dikutip dari RMOL.ID, Kamis (30/8/2025).












