“Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar pada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state tapi isinya George Soros, George Tenet, David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hendropriyono menyebut bahwa tujuan utama dari pihak asing tersebut masih sama seperti zaman kolonial, yaitu menjajah, namun dengan metode yang lebih modern.
“Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja, ya habis kita,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung MPR/DPR RI berujung ricuh. Aparat kepolisian terpaksa memukul mundur massa yang memaksa masuk ke kompleks parlemen.
Setelah dibubarkan, konsentrasi massa dilaporkan menyebar ke sejumlah titik lain seperti Pejompongan, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Asia-Afrika. Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa kota besar lainnya seperti Medan, Semarang, Bandung, dan Makassar. (*)












