OPINI

Catatan Perjalanan Kaderisasi HMI dari Bekasi hingga Tebingtinggi

542
×

Catatan Perjalanan Kaderisasi HMI dari Bekasi hingga Tebingtinggi

Sebarkan artikel ini
Keterangan: foto pertama saat mengisi materi wajib HMI di Komisariat Lafran Pane Kota Tebingtinggi Sumut tahun 2026 dan foto kedua saat memperkenalkan HMI kepada mahasiswa UPB tahun 2017.

Hal itu pula yang membuat saya kembali teringat pada Kabupaten Bekasi.
Pada tahun ini, dari informasi yang saya terima di seberang pulau, HMI di Kabupaten Bekasi akhirnya resmi membentuk Cabang Persiapan. Saya tidak berada di sana ketika momentum itu terjadi.

Namun, kabar tersebut membawa saya kembali kepada sebuah perjalanan yang pernah dimulai bertahun-tahun sebelumnya, perjalanan Depok–Bekasi, dua orang yang mulai mengikuti proses kaderisasi, pesan para senior agar konsisten menghijau-hitamkan Kabupaten Bekasi, perjuangan membangun Komisariat, proses mengajak dan meyakinkan kader, hingga berbagai dinamika yang harus dilalui.

Saat itu mungkin kami tidak pernah membayangkan sejauh apa jejak dari langkah kecil tersebut akan berjalan.

Tetapi waktu menunjukkan bahwa sebuah perjuangan tidak selalu berhenti pada orang yang memulainya. Ia dapat berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dari dua orang, menjadi beberapa kader. Dari beberapa kader, lahir sebuah Komisariat. Dari sebuah Komisariat, tumbuh kader-kader baru. Dan pada waktunya, perjuangan itu berkembang menuju terbentuknya ruang organisasi yang lebih besar.

Meski tidak selalu hadir untuk menikmati hasil dari apa yang kita tanam. Terkadang, tugas kita hanya memastikan bahwa benih yang kita tanam cukup kuat untuk tumbuh setelah kita pergi.

Ternyata, pengabdian bukan tentang seberapa lama kita berdiri di satu tempat. Pengabdian adalah tentang seberapa jauh nilai yang kita perjuangkan dapat diteruskan oleh mereka yang datang setelah kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *