Ketujuh, akibat hukum putusan.
Apa konsekuensi yuridis yang timbul dari putusan MK nantinya? Ini merupakan pertanyaan penting karena putusan tidak hanya berdampak kepada para pihak, tetapi juga dapat memengaruhi konstruksi hukum dan praktik ketatanegaraan ke depan.
Pada akhirnya, putusan MK akan membawa dampak terhadap yurisdiksi hukum dan keberlangsungan demokrasi Indonesia.
Mahkamah Konstitusi sebagai Guardian of the Constitution and Democracy memiliki posisi penting sebagai penjaga konstitusi dan demokrasi. Guardian of the Constitution berarti menjaga agar konstitusi tetap menjadi hukum tertinggi dan dijalankan sebagaimana mestinya.
Sementara Guardian of Democracy berarti menjaga agar prinsip-prinsip demokrasi tetap berjalan, seperti kedaulatan rakyat, pemilu yang jujur dan adil, kebebasan berpendapat, persamaan di hadapan hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta pergantian kekuasaan secara konstitusional.
Dalam praktiknya, menjaga demokrasi bukan hanya tugas satu lembaga. Ia merupakan tanggung jawab bersama lembaga negara, penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, media, masyarakat sipil, dan seluruh warga negara.
Putusan nantinya bukan sekadar persoalan petitum dikabulkan atau ditolak, siapa yang menang dan siapa yang kalah. Setidaknya, perkara ini menjadi sebuah peristiwa hukum yang menunjukkan adanya langkah baru yang tidak lazim dalam praktik ketatanegaraan Indonesia.
Apakah para hakim MK akan berpendapat sama atau berbeda, kita meyakini bahwa putusan yang dihasilkan merupakan putusan yang seadil-adilnya bagi para pihak dan tetap berpijak pada konstitusi.












